Postingan

Menampilkan postingan dari 2018

Cerpen Detektif Cinta

Detektif Cinta Dooorrr...!!!! Itu tembakan peringatan. Mataku terbuka dengan badan terasa tak bertenaga dan kaku seperti habis dibius dengan dosis tinggi. Tanganku terikat amat kuat bahkan hal serupa terjadi pada kakiku. Oh.. apakah ini ajalku? Suara tertawa bagai devil laugh terdengar menggema. Pistol berisi peluru diarahkan tepat di depan dahiku. Mataku terarah kedepan, menatap tajam pemegang senjata itu. Jantungku berdegup kencang akibat kilatan mata kita. Dia... Door!!!             Pintu kamarku terbanting cukup keras. “Irena.. Bangun, udah siang nih.. cepet bangun!!!” teriak Mama dekat telingaku.             “Mama.. aku terbangun gara-gara Mama. Padahal itu dah saat-saat menegangkan” aku menarik nafas panjang dan menghempaskannya.             “Emang kamu mimpi apa sih? Dikejar anjing sebelah atau orang gila ...

Belajar Bahasa Daerah Dayak

Belajar Bahasa ! Bahasa Daerah Dayak Punan 1.       Selamat Pagi                     = Selamat A Up 2.       Selamat Siang                   = Selamat Lou 3.       Selamat Malam                = Selamat Malom 4.       Selamat Tinggal                = Selamat Melu 5.       Aku suka kamu                  = Hok tekop kou 6.       Aku juga suka kamu          = Hok pa tekop kou 7.   ...

Cerpen Goresan Takdir

Goresan Takdir Elsemit berusia 17 tahun–kemampuan ini telah sia-sia selama itu. Rasanya semua itu hanyalah khayalannya, tapi mengapa semua khayalan itu menjadi nyata? Bagaimana bila takdir yang akan terjadi malah berubah? Atau salah dari yang diperkirakan? Bagaimana bisa melihat takdir? Seperti melihat masa depan dari iris mata coklatmu, wahai playboy. *** Dimana kamu jatuh? Tentu di tempat yang salah. Di hati yang salah bersama orang yang salah. Di mana kelinci percobaan mengharapkan hati kelinci berdasi kupu-kupu. “Hai, Else!” suara lembut terdengar. “Oh, Hai Obaja!” Aku memalingkan wajah ke arah datangnya suara. Pikiranku beralih kepada tangan hangat yang menggenggam tanganku. “Astaga! Sadarlah Else.” Kini tanganku dipelupuk menutupi wajah merahku. “Kamu berkata apa Else?” Obaja mendekatiku dan berjalan beriringan di lorong sekolah. “Tidak, hanya berguman sendiri.” Jawabku singkat penuh kikuk. Keadaan lebih memburuk saat tanganku disentuh tangan keras berotot nan h...

Cerpen

Cita Rasa Cinta                 I can see. Yang bisa aku lakukan pun hanya diam merasakan. Merasakan semua tarikan kharismanya. Saat dia duduk, melamun, berlari, dan tertawa. Yang kulakukan hanya terpaku menatapnya. Merasakan sensasi senang untuk hanya diriku seorang. Aku tak pernah mengucapkan sepatah katapun dengannya. Aku tak pernah di dekatnya apalagi menyentuhnya. Dia yang selalu datang dalam mimpi indahku. Aku hanya bisa melihatnya, dan terus melihatnya. Hingga dia harus pergi dan meninggalkanku. Dia tidak pernah tau apa yang aku rasakan. Rasa ini selalu terpendam jauh kedalam. Ini kisah bagai pungguk merindukan bulan. Yang selalu menunggu dan menanti namun semuanya sia-sia belaka. Dan sama seperti yang aku lakukan, hanya pasrah akan takdir yang begitu kejam.                 “Hai, Olivia.. Tadi malam jadi mimpiin aku?...

Cerita Anak-Anak

Desa Pelangi Horeee!!! Yeayy!!! Seluruh anak berteriak kegirangan dalam kelas setelah Bu Guru mengatakan akan diadakan kemah pada Hari Sabtu depan. Bu Guru menjelaskan peralatan yang harus dibawa saat kemah seperti: tenda, senter, mantel, makanan dan minuman.   Mereka sangatlah senang   dan bersemangat.             “Ucup, kamu sudah menyiapkan perlengkapan kemah?” tanya Bento kepada Ucup, teman sebangkunya.             “Belum.” Ucup menjawab jujur. “Cepat siapkan Ucup, kemah 3 hari lagi. Kalau perlengkapanku sudah lengkap.” Kata Bento menyombongkan diri. Ucup kagum pada Bento. “Iya, aku tahu Bento. Apa kamu sudah membawa obat nyamuk? Kata ayahku saat kemah akan banyak nyamuk karena kita tidur di alam terbuka.” “Entahlah semuanya disiapkan ibuku.”             “Itu kamu tidak mandiri.” Kata Ucup yan...