Cerita Anak-Anak
Desa
Pelangi
Horeee!!!
Yeayy!!! Seluruh anak berteriak kegirangan dalam kelas setelah Bu Guru
mengatakan akan diadakan kemah pada Hari Sabtu depan. Bu Guru menjelaskan
peralatan yang harus dibawa saat kemah seperti: tenda, senter, mantel, makanan
dan minuman. Mereka sangatlah senang dan bersemangat.
“Ucup, kamu sudah menyiapkan
perlengkapan kemah?” tanya Bento kepada Ucup, teman sebangkunya.
“Belum.” Ucup menjawab jujur.
“Cepat
siapkan Ucup, kemah 3 hari lagi. Kalau perlengkapanku sudah lengkap.” Kata
Bento menyombongkan diri. Ucup kagum pada Bento.
“Iya,
aku tahu Bento. Apa kamu sudah membawa obat nyamuk? Kata ayahku saat kemah akan
banyak nyamuk karena kita tidur di alam terbuka.”
“Entahlah
semuanya disiapkan ibuku.”
“Itu kamu tidak mandiri.” Kata Ucup
yang tidak lagi kagum pada Bento. Bento tetaplah acuh tak acuh. Bento tidak
peduli dengan sekitar maupun dirinya sendiri, bahkan mempersiapkan perlengkapan
kemah saja dia tidak bisa.
Tiba-tiba Arif menghampiri Bento dan
Ucup. “Hai teman-teman, ternyata kita sekelompok dengan Cici dan Dona juga.”
“Tahu dari mana kamu Arif?” tanya
Ucup.
“Itu baru saja Bu Guru Jasmin
memberitahu. Kalian tidak mendengar karena mengobrol di kelas saat Bu Guru
sedang menjelaskan.”
“Semua karena kamu Ucup, aku jadi
tidak tahu apa-apa.”
“Padahal kamu yang mengajakku
mengobrol duluan, Bento.” Arif adalah ketua kelas, sudah seharusnya dia
menasihati temannya yang terus mengobrol.
Sekarang semua anak sudah tenang dan
memperhatikan Bu Guru Jasmin.
“Di sini siapa yang tahu arti
bijaksana?” tanya Bu Guru kepada anak-anak.
Cici
mengangkat tangan. Setelah diperbolehkan oleh Bu Guru berbicara, Cici mulai
menjawab. “Bijaksana itu adalah sifat manusia.”
“Iya bagus sekali Cici benar.
Bagaimana dengan yang lain, menurut kalian apa itu bijaksana?”
Giliran
Bento yang mengangkat tangannya. “Ayahku pernah megatakan jika seorang pemimpin
harus memiliki sifat bijaksana.” Bu Guru Jasmin memuji perkataan Bento. Bu Guru
menjelaskan bahwa selama perkemahan akan dipilih seorang yang bijaksana dan
mendapatkan hadiah.
Di bumi perkemahan Desa
Pelangi.
Desa
pelangi memiliki beraneka macam bunga, ada yang berwarna merah, putih, hijau,
bahkan berwarna kuning. Karena berbagai warna yang dimiliki desa, maka nama
desa ini adalah Desa Pelangi. Udaranya sangat sejuk. Banyak burung-burung
terbang dan sesekali hinggap di dahan pohon besar. Anak-anak sangat riang
begitu sampai di tempat berkemah. Para guru menyiapkan tenda dan makanan.
Karena hari sudah siang dan waktu menunjukan waktu makan. Maka Bu Guru Jasmin
meminta setiap anak untuk mengambil makanan pada tenda makanan. Semua anak
sudah mendapat makanan kecuali Bento, Arif, dan Ucup dan hanya tersisa satu
kotak makanan.
“Makanan ini untuk aku saja,
kaliankan kurus jadi tidak selapar aku yang gemuk.” Kata Bento pada Arif dan
Ucup.
Ucup
tidak terima. “Bento, kamukan gemuk, banyak cadangan lemaknya. Sedangkan aku
dan Arif kurus, butuh banyak makan.”
Arif
tampak tenang di tengah perselisihan antara Bento dan Ucup. Arif berfikir
sebentar kemudia berkata “Begini saja, makanan ini kalian makan bersama. Aku
masih memiliki bekal untuk aku makan.” Bento dan Ucup kegirangan. Ternyata Bu
Guru Jasmin sedari tadi memperhatikan mereka bertiga. Bu Guru Jasmin
menyimpulkan bahwa Arif memiliki sifat berkorban demi teman-temannya.
Setelah
makan siang, acara kemah dilanjutkan dengan bermain setiap kelompok.
Masing-masing kelompok diminta memilih seorang sebagai ketua kelompok. Cici,
Dona, Bento, Ucup, dan Arif berada di kelompok yang sama. Mereka tampak
kesulitan memilik ketua.
“Bagaimana
kalau kita memilih ketua dari umurnya. Yang paling tualah yang menjadi
pemimpin. Disini yang paling tua adalah Cici, maka cicilah ketua kelompok.”
Cici
langsung menolak tanpa ragu-ragu. “Tidak mau. Aku tidak bisa menjadi ketua.”
Mereka kembali kebingungan memilik ketua.
“Bagaimana
kalau kita hompimpa saja? Yang kalah mau tidak mau harus menjadi ketua.” Usul
Bento.
“Tidak
mau, kalau terpaksa menjadi ketua aku tidak mau.” Kata Ucup. Cicipun menyetujui
perkataan Ucup. “Bayangkan kalau kita dipaksa melakukan sesuatu hal yang tidak
kalian sukai. Maka hasilnya tidak akan maksimal karena tidak dilakukan dengan
sepenuh hati.”
Arifpun
menemukan ide. “Kita musyawarah saja. Dari kita berlima, siapa yang ingin
menjadi ketua kelompok? Jujur saja, supaya kalian tidak menyesal.” Dona
menyatakan bahwa dirinya ingin. “Kalau begitu masing-masing dari kalian memilih
antara aku dan Dona. Nanti yang paling banyak akan menjadi ketua kelompok dan
yang kalah akan menjadi wakil ketua, cukup adilkan?” Kata Arif.
“Ide
yang bagus itu Arif.” Kata Dona. Mereka berdiskusi sampai pada akhirnya Ariflah
yang dipilih menjadi ketua dan Dona menjadi wakil ketua. Permainan kelompokpun
bisa dilanjutkan. Ternyata kelompok Arif memenangkan permainan kelompok karena
sangat kompak dan bekerja sama.
Di
akhir acara kemah, Bu Guru Jasmin mengumumkan seorang terpilih karena
kebijaksanaannya. Hadiah yang akan diberikan adalah bunga-bunga dari Desa
Pelangi yang tidak akan layu. Anak-anak sangat menginginkan bunga indah
tersebut. Ternyata Ariflah pemenangnya karena ia memiliki sifat bijaksana dan adil
dalam jiwa kepemimpinannya serta mau berkorban untuk teman-temannya. Arif
mendapatkan bunga-bunga Desa pelangi. Namun Arif tidak menyimpannya seorang
diri, melainkan dia malah membagikannya kepada semua teman-temannya. Semua
teman-temannya pun senang tak terkira.
Tamat
akun Ig :
lindafebriana_252
Komentar
Posting Komentar