Opini Bijak Menggunakan Media


Tema Opini : Bijak Mengonsumsi Media
Memakan atau Dimakan?
Meluapnya jumlah media massa seiringan dengan jumlah pengguna yang kian melonjak. Bukti nyatanya yaitu dari jenjang anak Sekolah Dasar sampai orang dewasa tak bisa lepas dengan alat penunjang media massa, seperti gadget, laptop atau HandPhone setiap harinya. Seperti anak sekolah yang langsung melahap HandPhone sepulang sekolah atau anak remaja yang ketahuan menggunakan Handphone selama jam pelajaran disekolah yang pastinya sudah dilarang dan diingatkan. Apa yang membuat mereka seperti terikat atau bahkan kecanduan dengan sebuah telepon genggam? Apakah kalian bernafas dengan gadget? Banyak pertanyaan dibenak kita tentang kehancuran perlahan dunia ini karena penggunaan gadget yang menggerogoti mindset dan pola hidup kita.
Seperti kita tahu, kata media berasal dari bahasa latin yaitu medius yang secara harafiah berarti perantara atau medium. Maka media adalah suatu sarana atau alat yang dapat digunakan untuk menyampaikan informasi kepada orang lain. Banyak sekali contoh media pada jaman sekarang, salah satunya adalah media massa, yang pecintanya dijuluki netizen. Ya, hidup di jaman serba modern ini, membuat kita tak mudah lepas dari peran serta dalam media sosial. Tapi apakah kalian semua merasa sudah bijak dalam mengonsumsi media tersebut? Bahkan dari 10 orang yang mengikuti survei semuanya tak pernah lepas dari menggunakan media sosial setiap harinya, dan bahkan 9 diantaranya mengatakan setengah lebih waktunya beraktifitas adalah menggeluti dunia massa. Dunia massa yang tak nyata lama disinggahi, lalu bagaimana dengan dunia asli yang real ini? Bagaimana nasib kehidupan nyata yang mestinya dapat dimanfaatkan untuk berinteraksi langsung. Sungguh sulit pada jaman sekarang kita temui bincang-bincang ringan dan tawa menggelegar perkumpulan kecil manusia saja. Semua sudah sibuk dengan gadgetnya yang asik sendiri di media massa, hingga yang dekat menjadi jauh. Yang jauh tetap saja jauh tuh, percuma berkumpul mendekatkan diri tapi membuat jauh hati.
Sehingga apakah manusia yang menggendalikan media atau malah media yang menggendalikan manusia? Sama seperti apakah kita dimakan oleh predator media yang cepat menyebar sampai pelosok dunia atau kita memakan media dan menggunakannya dengan tanggung jawab. Tak bisa dipungkiri memang media memiliki banyak peran bermanfaat bagi hidup kita, namun dibalik itu, masih banyak pula kerugiannya. Selain menghabiskan waktu dengan kegiatan tak bermanfaat dapat juga menjadi penyebab berbagai penyakit atau gangguan penglihatan, nyeri otot, tulang, sendi, bahkan berdampak pada daya ingat. Bagaimana tidak? Media sudah menggerogoti pemikiran kita untuk stuck begitu-begitu saja. Setiap hari mengecek situs ini, media sosial itu, terus yang itu, kemudian diulang. Kita menjadi malas untuk beraktifitas, bahasa kekiniannya adalah mager yang kepindekan dari malas gerak. Lalu bagaimana para penerus bangsa mengubah dunia jika bergerak saja malas. Belum juga memilih jalan, melangkahkan kaki menuju masa dengan gemilang malah terhenti karena rasa mager itu. Betapa mengerikan dampak media yang menerkan manusia dan pola kehidupannya pun dikendalian oleh media. Pagi-pagi sudah dipenuhi pemikiran “Update status dulu, awake.” Atau saat malam hari “Update lagi ah.. Nite buat yang jauh disana.” Bahkan saat berkumpul bersama teman, update status curcol w/ A, B padahal membicarakan media sosial juga atau parahnya semua asik menggenggam gadget masing-masing tanpa mengucapkan sepatah katapun. Hancurnya kehidupan anak jaman sekarang.
            Banyak yang mengatakan ‘Hidup itu pilihan’. Jadi, seperti apakah pilihan kalian akan media? Kalian akan dilahap habis oleh media atau kalian yang memakan media secara seimbang, bukan berlebih. Sehingga media itu sama seperti makanan dengan gizi seimbang, sangat bermanfaat bagi tubuh. Menyehatkan dan memudahkan hidup, bukan menciptakan masalah dan menghabiskan waktu berharga. Bijaksanalah dalam mengonsumsi media, media yang seimbang sesuai dengan kebutuhan seperti jurus yang satu ini, jurus M.E.D.I.A.
Berawal dari huruf M = mengenal mendalam media. Karna tak kenal maka tak sayang, percuma kenal kalau ujung-ujungnya terkekang. Jika kalian sudah memutuskan untuk mengenal lebih dalam, semakin dalam semakin serius, lalu bijaksana tentunya, mudahnya diibaratkan seperti hubungan pacaran. Setelah serius apakah kalian mau dikekang? Apapun itu kalau terkekang tak akan nyaman dan malah menyiksa. Akhirnya dampak negatifpun terjadi, putus. Sebelum itu terjadi, bijaksanalah mengonsumsi media sebelum sakit menghampiri.
E = Enjoy hidupmu dengan hal bermanfaat bagi nusa dan bangsa. Bukan hanya menyenangkan sebelah mata belaka tapi berguna bagi banyak orang. Nikmati media harus kenal dengan waktu, mana yang harus diprioritaskan, mana yang harus ditinggalkan. Bukan berarti media tidak bermanfaat, tetapi media sangat bermanfaat apabila seimbang. Mengonsumsi seimbang membuat kita berkembang, megonsumsi berlebih membuat kita begah.
D = Diam-diam menyesatkan. Semakin didiami, media sosial akan menghanyutkan, mulai dari godaan kecil hingga sebesar gajah atau sampai tak terhingga. Banyak kasus pornografi, cyber crime, carding, dan sederet tindak kejahatan melalui media, maka jangan tersesat yah. Perdalam iman dan kuatkan diri kalian dengan hal berbau positif.
I = Ingat tujuan hidup kita, nyatakah atau palsukah? Kalau nyata hadapi dengan nyata, raihlah dengan nyata dan nikmati juga dengan nyata. Kalau palsu buang saja, hanya mengelabuhi tanpa hasil yang dapat dibanggakan seperti topeng yang indah dari luar tapi menutupi keburukan di dalam. Mungkin mengonsumsi media sangtalah menyenangkan tapi, jangan sampai media itu menghalangi pandangan kita akan impian yang telah dicita-citakan sejak lama. Lepaslah topeng yang mengganggu pandangan menuju bintang cemerlang.
A = Apa pilihan kamu?
 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Belajar Bahasa Daerah Dayak

Pidato bertema Global Warming

CERITA PENDEK