Contoh Skenario Film
Tema
Film : “Mempopulerkan Makanan Tradisional”
Skenario
Berbahasa Indonesia
“Terpencil
Bukan Berarti Kecil”
Scene 1
EKS/Sore
hari/Tepi Pantai
Bayu berjalan
mendekat ke laut, menggenggam pasir dan melihat hewan laut masuk ke dalam
pasir. Bayu flashback ke masa kecilnya
Scene 2
(Flashback)
INT/Pagi
hari/Gubug
Bapak : Bayu, hari ini kamu bantu Bapak ya mencari
yutuk sedang musim nih.
Ibu : Tapi Pak, hari ini hari pertama Bayu
masuk sekolah.
Bapak : Oiya Bapak lupa. (Wajah Bapak berubah sedih)
Bayu sekolah saja, sekolah itu penting supaya nanti saat Bayu besar menjadi
orang sukses jangan seperti bapak hanya nelayan yang hidup susah.
Bayu : Tapi Bayu ingin membantu bapak.
Bapak : Ya sudah begini saja. Bayu bantu bapak
sebentar setelah itu siap-siap sekolah.
Bayu : Yeayyy!!! Bayu suka.
Bapak : Ini baru jagoan Bapak. Ayo kita tangkap
semua penjahat yutuk itu. (Bapak menggendong Bayu seperti pesawat terbang)
Mereka berburu yutuk dengan riang gembira di tepi pantai. Sesekali Bapak
bertingkah jahil dengan Bayu.
Scene 3
(Flashback)
INT/Siang
hari/Gubug
Bayu : Ibu, Bayu pulang. (Bayu jalan menuju meja
makan) Ini apa Bu? (Bayu keheranan)
Ibu : Wah sudah pulang jagoan Ibu. Itu
rempeyek yutuk hasil tangkapan tadi pagi, masa kamu lupa. Bagaimana sekolahnya?
Bayu : Oh, Yutuk itu bisa dimakan, Bayu pikir
hanya untuk mainan. (Bayu duduk sambil menyantap rempeyek yutuk) Di sekolah
teman-teman tidak mau dekat Bayu Bu, katanya Bayu bau ikan karena anak nelayan,
padahal Bayu kan dekat dengan yutuk ya Bu hihihi (Bayu berkata dengan polos)
Ibu : Jagoan Ibu memang hebat. Masih bisa
tertawa seperti itu.
Bayu : Bayu tidak sedih Bu, karena Bayu punya
Bapak dan Ibu. Itu sudah cukup. Bapak dimana Bu?
Ibu : Itu dibelakang gubug sedang
membersihkan yutuk yang akan ibu goreng nanti malam.
Bayu : Yutuk ini benar-benar enak loh Bu. Bayu
sangat suka, ini makanan favorit Bayu.
Scene 4
(Flashback)
EKS/Siang
hari/ Belakang gubug
Bayu : Bapak, Bayu mau bantu
Bapak : Sudah pulang ya kamu.
Bayu : Hari ini Bayu jadi anak kuat loh. Meskipun
sedih bayu tidak nangis tapi membuat ibu senang dan bangga, seperti yang bapak
ajarkan.
Bapak : Bagus anakku. (Bapak mengelus rambut Bayu)
Bayu : Pak, rambut Bayu bau yutuk dong.
Hahahaha... (Bapak dan Bayu tertawa)
Scene 5
EKS/Sore
hari/Tepi Pantai
Bayu
tertawa kecil mengingat kejadian lucu dahulu kala saat rumahnya masih di tepi
pantai. Bayu mengeluarkan dompet untuk melihat potret keluarga di dalamnya. Di
foto itu Bayu sudah remaja.
Scene 6
INT/Sore
hari/Dapur
Bayu : Ibu, Bayu saja yang memasak makanan
favorit Bayu. Ibu istirahat saja.
(Ibu menuruti
usul anak semata wayangnya.) (Bayu memasak sambil berbicara sendiri tentang
langkah memasak yutuk.)
Ibu,
Bapak rempeyek yutuk sudah siap. (Ibu dan Bayu sudah siap di meja makan) Loh,
bapak dimana yah? (Bayu mencari disetiap sudut gubug)
Tiba-tiba
muncul dari arah depan.
Bapak : Bayu, ini Bapak mendapat pinjeman kamera
dari Pak Sujanto sebelah, beliau akan mencetak foto, Bapak menitip supaya bisa
berfoto kita sekeluarga.
Bayu : Baik Pak. Ibu sudah di meja makan. (Mereka
bertiga berfoto sebagai keluarga bahagia) [Kembali pada foto di tepi pantai]
Scene 7
EKS/Sore
hari/Tepi Pantai
Bayu : Bahkan difoto ini Bapak masih tersenyum
gembira. Sama halnya denganku yang begitu senang menikmati malam memakan yutuk bersama
mereka berdua untuk terakhir kalinya. (Bayu mengusap foto itu, kemudian melihat
ke langit) Bapak senang kan? Sekarang anak Bapak sudah sukses, bisa
membahagiakan Ibu di kota dan terlebih lagi sekarang Bayu kembali ke Nusawungu–kampung
halaman kita dengan maksud tertentu.
Penjual : Mas, mau mencoba
rempeyek yutuk? Proteinnya sangat tinggi loh Mas, baik untuk pertumbuhan.
Bayu : Wah iya De. Berarti berkat
Yutuk saya menjadi orang sukses karena protein yang besar yah.(Mereka berdua
tertawa kecil) Dahulu saya orang kecil hanya tinggal di gubug reyot. Ade kelas
berapa?
Penjual : Aku tidak sekolah,
Mas. Aku bantu ibu berjualan rempeyek yutuk.
Bayu : Ade mau sekolah?
Penjual : Jelas ingin Mas. Tapi
untuk hidup sehari-hari saja susah.
Bayu : Ini buatan Ibu kamu? Boleh Mas
ketemu Ibu kamu?
Penjual : Boleh Mas, lewas sini.
Sesampainya di rumah Ade itu memanggil Ibunya dengan
riang. Bayu menawarkan Ade supaya sekolah dan memberikan modal bagi Ibu Ade
membuat usaha rempeyek yutuk yang kaya akan protein. Tujuan Bayu adalah memperkenalkan
makanan daerah yang tak banyak orang ketahui tapi menyimpan manfaat yang luar
biasa. Bayu yang lahir dari keluarga miskin anak seorang nelayan dengan gigih
menuntut ilmu hingga menjadi sukses. Membuktikan bahwa orang kecil bisa menjadi
orang besarkan?
Nusawungu
adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Indonesia. Masyarakat
Nusawungu mayoritas menggunakan Bahasa Jawa Sumpiuh. Meskipun di pelosok, Nusawungu
memiliki makanan tradisional dari biota laut yang kaya sekali akan protein.
Yutuk atau undur-undur laut ini mengandung protein sebesar 30-40
% berat bahannya. Disamping itu, undur-undur laut mengandung asam lemak omega-3
yang cukup tinggi sekitar 0,29-0,32 %.
Komentar
Posting Komentar